Showing posts with label Twitwar. Show all posts
Showing posts with label Twitwar. Show all posts

Wednesday, December 6, 2017

TwitWar @Dennysiregar7 VS @karniilyas

Memang Karni tidak menyebut secara khusus siapa "kamu: dalam cuitannya, tapi publik paham, yang dimaksud "kamu" adalah Denny Siregar.


Pasca ILC bertajuk "212: Perlukah Reuni ?" Denny Siregar dan Permadi Arya menjadi bulan-bulanan publik, setelah penampilan mereka dinilai jauh dari kata berbobot, dibandingkan tulisan-tulisannya di media sosial.

Sampai hari ini, (7/12), menurut pantauan kami di media sosial, topik yang menjadi tren pembicaraan  masih dirajai dengan keyword: "Denny Siregar", "ILC 212", "Abu Janda" dan "Felix Siauw"

Ribu netizen menyerbu page Abu Janda dan Denny Siregar, ada yang meledek, ada yang menghibur hati Abu Janda dan Deny Siregar, ada juga yang mengumpat.

Setelah diskusi ILC usai, Denny Siregar tampak tak terima dengan kekalahannya dalam diskusi itu, Denny menulis:

#ILCReuni212 Saya seperti kehilangan ILC diawal-awal kemunculannya yang greget. ILC menjadi seperti ajang curhat dan keluh kesah panjang daripada sebuah model diskusi yang menarik. @karniilyas  (6/12)
 Denny menyebut @karniilyas dalam cuitan putus asanya itu. Tak lama berselang, Karni paham kemana arah cuitan Denny. Karni menulis.

Kalau kamu tak pandai menari, jangan lantai kamu bilang terjungkat (jangan lantai kamu salahkan).
10:33 PM - 6 Dec 2017
Memang Karni tidak menyebut secara khusus siapa "kamu: dalam cuitannya, tapi publik paham, yang dimaksud "kamu" adalah Denny Siregar.

Cuitan Karni diretweet 2100 kali, direply 582 komentar, dan disukai 3300.(viral-twitter)



Hadis dari Abu Dawud Ditafsirkan Legalkan LGBT oleh Orang Ini



Diskusi hangat terjadi dijagad twitter. Alumnus Hukum Islam Universitas Hasyim Asu`ari Tebu Ireng Jombang, bernama @aananshori, yang juga Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi / JIAD menyatakan LGBT legal, berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud.

Islam, dan ajaran di dalamnya, mengharamkan LGBT, tanpa toleransi, tapi oleh alumnus ini menyatakan sebaliknya.



Bola panas yang dilempar Aan, ditanggapi netizen @ronavioleta
Biar ga jadi fitnah ke Rasulullah... Tolong dong share hadist dan sanad nya @aananshori
Cc @GUSDURians @AlissaWahid
https://twitter.com/ronavioleta/status/938302654060683264

Aan melengkapi cuitannya dengan kutipan lengkap nomor hadis Abi Dawud

Halo Rona, yang cerita Anas bin Malik. Kamu bisa cek kitab Sunan abi Dawud, hadits nomor 5125. Thank.
https://twitter.com/aananshori/status/938304993945321472

Aan menafsirkan hadis itu sebagai bentuk pelegalan LGBT dalam Islam

Yup benar hadist nya. Tapi disini konteksnya mcintai sesama saudara se iman krn Allah dg mengharap keridhoan Nya.Dan itu mmg sunah Nabi.Mencintai sesama saudara seiman slma aman dr fitnah dan slma tdk menimbulkan su'udzon. Jd bkn hadist utk melegitimasi cinta syahwat sesama jenis
https://twitter.com/ronavioleta/status/938316784419172353
@ronavioleta  menambahkan
Jadi jelas ya diatas 👆, penjelasan ttg hadist menyatakan rasa suka/cinta ke saudara se iman itu utk mencari keridhoan Nya dan termasuk sunah NABI. BUKAN UTK LEGITIMASI CINTA SYAHWAT SESAMA JENIS
https://twitter.com/ronavioleta/status/938322152947728384
Siapakan Aan Anshori?
Aan adalah Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi / JIAD dan Aktifis GUSDURian, yang juga anggota NU dengan KARTANU 13.120612.0288.02.

Dia pernah belajar di Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, Jurusan Faculty of Law di Universitas Darul Ulum Jombang, Jurusan Computer and Informatic Manegement di Darul Ulum, Tinggal di Kota Surabaya.

Situs NU Garis Lurus menyebut Aan dalam beberapa artikelnya. salah satunya adalah artikel " Ternyata Koordinator Gusdurian Jatim Dukung LGBT Sejak Setahun Lalu"

Tuesday, December 5, 2017

KASIHAN ABU JANDA, DIA SALAH DATA DAN DIBOHONGI NADIRSYAH HOSEN

Apakah hadits yang menyebutkan lafazh لا إله إلا الله محمد رسول الله pada rayah liwa semuanya dha’if? Nanti dulu, dan tidak boleh tergesa-gesa.


1. Jagat medsos ramai dengan kultwit Nadirsyah Hosen setahun lalu soal bendera Rasulullah. Tuduhan NH sebenarnya sudah tumbang sejak 1 tahun lalu ketika debat sengit dengan Yuana Ryan Tresna (YRT).

2. Dokumentasinya saya temukan di link berikut
: http://muslimbandung.id/index.php/2017/04/02/tanggapan-terhadap-nadirsyah-hosen-terkait-hadits-panji-rasulullah/

3. NH waktu itu rupanya bangkit melawan dengan tanggapan balik, tetapi tanggapan tersebut dibantah lagi oleh YRT. Remuk!

4. Dokumentasinya saya temukan di link berikut: http://muslimbandung.id/index.php/2017/04/03/tanggapan-atas-tanggapan-nadirsyah-hosen-bag-2/

5. NH dan pengikutnya yang masih percaya propaganda tsb sebaiknya belajar lagi ilmu hadits, agar tidak menelanjangi kebodohannya sendiri.

6. Hadits rayah (panji) dan liwa (bendera), selain diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nasa’i dari Jabir, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Baihaqi, Thabarani, Ibnu Abi Syaibah, dan Abu Ya’la. Hadits ini shahih. Secara jelas dikatakan bahwa warna rayah adalah hitam dan liwa adalah putih.

7. Mengatakan bahwa panji dan bendera Rasulullah yang dikampanyekan oleh HTI adalah rekaan semata, sungguh sangat menggelikan. Beberapa ulama telah bahas hal tersebut, sebut saja seperti shahib Kanz al-Ummal, Majma’ al-Zawa’id, Fath al-Bariy li Ibni Hajar, Tuhfah al-Ahwadzi, Umdah al-Qari, Faidh al-Qadir, dll.

8. Belum lagi ada banyak hadits shahih lain yang berbicara terkait rayah dan liwa. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Ahmad, Ibnu Hiban, Baihaqi, Abu Dawud Thayalisi, Abu Ya’la, Nasa’i, Thabarani, dll.

9. Memang ada beberapa hadits yang berbicara rayah dan liwa dengan status hadits yang dipersoalkan oleh para ulama, seperti hadits riwayat Imam Ahmad dan Thabaraniy.

10. Apakah hadits yang menyebutkan lafazh لا إله إلا الله محمد رسول الله pada rayah liwa semuanya dha’if? Nanti dulu, dan tidak boleh tergesa-gesa. Kita harus kaji dari semua jalur periwayatan.

11. Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Abu Syaikh al-Ashbahaniy dalam Akhlaq al-Nabi dari Ibnu Abbas statusnya shahih. Adapun jalur lain dari Abu Hurairah dha’if (ada rawi Muhammad bin Abi Humaid yang munkar oleh Imam Bukhari, tidak tsiqah oleh Imam Nasa’i, dan tidak ditulis haditsnya menurut Ibnu Ma’in). Adapun dari jalur Ibnu Abbas, semua rawinya dapat diterima.

12. Jadi ungkapan NH dalam twiternya, “Secara umum hadits-hadits yg menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak berkualitas shahih” adalah ungkapan yang tidak bertanggung jawab dan “kurang piknik” pada kitab-kitab hadits.

13. Soal warna, hadits-hadits shahih menyebutkan bahwa warna rayah adalah hitam dan liwa’nya adalah putih. Adapun hadits-hadits yang menyebutkan warna lain seperti kuning dan merah, memang ada, tetapi kualitasnya diperbincangkan. Sebagiannya dha’if.

14. Apakah fungsinya hanya untuk perang? Memang awalnya begitu, rayah adalah panji-panji perang, dan liwa simbol kepemimpinan umum. Selanjutnya keduanya menjadi simbol persatuan dan keagungan. Boleh lah dari sisi penggunaannya merupakan bid’ah hasanah. Hehe.

15. Terkait tulisan dan khat, dan ukuran itu hanyalah perkara teknis, yang dalam sejarahnya hal tersebut tidak diatur secara rinci. Tentu saja tidak bijak kalau persoalan teknis ini dijadikan argumetasi untuk menggugurkan syariat terkait rayah dan liwa’.

16. Menggandengkan nama HTI dengan ISIS sebagai simbol pembawa rayah dan liwa’ sangat tidak fair. Tercium aroma untuk mengelompokkan HTI semisal dengan ISIS yang sudah dicitrakan buruk.

17. HTI dan ISIS tentu saja sangat berbeda, baik pemikiran maupun metode dakwahnya. Terlebih lagi, rayah dan liwa adalah simbol umat Islam, dan sudah menjadi milik semua kelompok, bukan hanya HT.
18. Mengutip tulisan YRT, NH rupanya hanya kritik dalil (hadits) panji dan bendera Rasululah, tetapi tidak menggugat dalil bendera negara bangsa yang tidak punya dalil sedikitpun, walau hanya atsar yang dha’if. Maka bersikap adil-lah wahai professor.

19. Hari ini, rayah dan liwa adalah simbol perjuangan, semangat, persatuan, dan tauhid. Masa iya orang yang meninggikan panji Rasul-Nya yang bertuliskan simbol tauhid disebut makar? Atau jangan-jangan NH sedang berbicara pada dirinya sendiri.

20. Kepada para pengikut setianya, yang masih merujuk kultwit sampah tersebut: JANGAN MAU DIBOHONGI NADIRSYAH HOSEN!
Selesai.

sumber: dakwahmedia.my.id

Ketum Pemuda Muhammadiyah: Emang Ada Pemimpin Baik Kabur dari Perlawanan?

Emang ada pemimpin yang baik Kabur dari perlawanan? tida ada. dan kenapa kau kaitkan dg orang tertentu?. tetangga adalah sodara terdekat, apa pun agamanya. itu Islam yang diajarkan kapad saya dkk


Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah menjadi sorotan netizen dalam beberapa hari ini karena  twit kontroversial yang diunggahnya di linimasa akun twitter.

"Tidak ada pemimpin umat yang lari dari perlawanan. Hadapi," demikian ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di akun twitternya pada hari Ahad lalu, 3 Desember 2017.

Netizen pun rame menanggapi kicauan ini dan dikaitkan dengan kasus Habib Rizieq yang pergi ke Arab Saudi hingga saat ini belum balik.

Twit itu kemudian diulangi dengan pernyataan senada. "Emang ada pemimpin yang baik Kabur dari perlawanan? tida ada. dan kenapa kau kaitkan dg orang tertentu?. tetangga adalah sodara terdekat, apa pun agamanya. itu Islam yang diajarkan kapad saya dkk," kata Dahnil.

Diantara netizen ada yang memberi tanggapan. Salah satunya dari seorang advokat muslim, Dusri Mulya.

"Emang ada pemimpin baik kabur dari perlawanan?
Banyak..
Nabi Muhammad pernah diungsikan ke Madinah dan Thaif
Nabi Isa pernah diungsikan ke Getsemany
Nabi Musa pernah mundur ke Sinai dan pergi ke Madyan
Hussein ra. pun hijrah ke Karbalah
Mengatur siasat bukan berarti kabur krn takut hadapi perlawanan..(Al Anfal: 16)," demikian ujar Dusri Mulya menjawab pernyataan Dahnil.
Membaca dan faham dengan SEJARAH adalah hal yang penting.

Betapa banyak kisah-kisah para Nabi (dan tak ada yang menyangsikan para Nabi itu adalah sebaik-baik pemimpin), tapi dalam situasi tertentu merekapun memilih untuk "hijrah" atau pergi menyingkir dari Tanah Airnya. Bukan karena takut pada rezim saat itu, tapi itulah strategi dakwah para Nabi di bawah bimbingan Ilahi.


Muhammad SAW hijrah ke Madinah, setelah 8 tahun kemudian balik lagi ke Makkah dan membebaskan Makkah (Fathu Makkah).
Nabi Musa AS terpaksa harus pergi dari Mesir menuju Madyan, 10 tahun kemudian balik lagi menghadapi Fir'aun.


Tidak ada pemimpin umat yang lari dari perlawanan. Hadapi.
— 236 Hari (@Dahnilanzar) 3 Desember 2017



Emang ada pemimpin yang baik Kabur dari perlawanan? tida ada. dan kenapa kau kaitkan dg orang tertentu?. tetangga adalah sodara terdekat, apa pun agamanya. itu Islam yang diajarkan kapad saya dkk
— 236 Hari (@Dahnilanzar) 3 Desember 2017 



Menanggapi cuitan dahnilzar, Advokat Dusrimulya berkicau:

Banyak..
Nabi Muhammad pernah diungsikan ke Madinah dan Thaif
Nabi Isa pernah diungsikan ke Getsemany
Nabi Musa pernah mundur ke Sinai
Hussein ra. pun hijrah ke Karbalah
Mengatur siasat bukan berarti kabur krn takut hadapi perlawanan..(Al Anfal: 16) https://t.co/6HjTNVE8Pz
— Angku Gadang (@dusrimulya) 4 Desember 2017