Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Thursday, December 14, 2017

Wow! Harga BBM eceran di Kirihi Waropen Papua Rp 100 ribu per liter

Meski beberapa waktu lalu pemerintah sudah mencanangkan BBM Satu Harga di Papua, faktanya hingga saat ini harga BBM eceran di distrik Kirihi, kabupaten Waropen, tembus Rp 100 ribu per liter 

SPBU Mini distrik Kirihi, Waropen Papua (Foto Jubi)


Menurut berita yang dilansir detik finance, bahwa harga BBM di Papua sudah merata satu harga, terdapat pada artikel  "Harga BBM di 9 Daerah Pedalaman Papua Ini Sudah Sama dengan Jawa" (Senin 17 Apr 2017, 08:33 WIB), namun berita sebaliknya yang kami akses dari portal tabloidjubi.com, portal lokal Papua justru menunjukkan sebaliknya. Berita yang terbit pada Sabtu, 04 November 2017 — 07:35 waktu setempat, dengan judul "Harga BBM eceran di Kirihi Waropen Rp 100 ribu per liter".
Berikut kami kutipkan untuk pembaca.

**

Dr Leonardo, dokter pegawai tidak tetap (PTT), yang sudah setahun mengabdi di distrik Kirihi, kabupaten Waropen, provinsi Papua, mengungkapkan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran jenis premium di wilayah itu mencapai Rp 100 ribu per liter.

"Harga bensin di Kirihi masih mahal sekali. Masyarakat menjualnya dengan harga Rp100 ribu per liter. Mau tidak mau harus beli kalau mendadak dibutuhkan," ujarnya, ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Jumat (3/11/2017).

Jika berkesempatan pergi ke kota Nabire ia berusaha untuk membeli bensin secukupnya, untuk digunakan pada mesin babat yang sering digunakan untuk membabat rumput di halaman rumah dan puskesmas.

"Kalau saya ke kota dan lupa beli bensin, ya terpaksa saya harus beli di Kirihi dengan harga Rp 100 ribu per liter. Mau tidak mau harus beli karena mau dapat dimana lagi," ujarnya.

Kendati demikian, kata Leonardo, harga sayur-mayur di daerah relatif murah karena banyak dihasilkan masyarakat setempat. Bahkan, warga sering membawakannya sayur untuk dikonsumsi.

"Masyarakat di Kirihi sering antarkan saya sayur, tapi saya juga sudah punya kebun sendiri jadi sering panen untuk dimasak," ujarnya.

Ketika bepergian ke kota Nabire, ia tidak hanya membeli bensin tapi juga membeli bumbu dapur dan mie instan, serta bahan makanan lainya.

"Saya beli mie instan dan ikan kaleng itu berkarton-karton, karena mie instan dijual warga di Kirihi Rp 50 ribu per bungkus," ujarnya.

Dokter Leonardo juga mengungkapkan bahwa warga yang tinggal di Kirihi tidak mengenal pecahan uang Rp 2.000 hingga Rp 20 ribu.

"Mereka hanya mengenal pecahan uang Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, sehingga satu bungkus mi instan pun dijual dengan harga Rp 50 ribu," ujarnya.

"Saya heran dan tidak percaya kalau warga yang tinggal di Kirihi menjual satu bungkus mi instan dengan harga Rp 50 ribu," ujarnya.

Kirihi adalah satu distrik terjauh dari kabupaten Waropen. Distrik itu berbatasan langsung dengan kabupaten Nabire. Satu-satunya moda transportasi ke Kirihi hanya dengan pesawat berbadan kecil. (tabloid JUBI, papaua)

Sunday, December 10, 2017

Gunung Agung Masih Berstatus Awas, Hembusan Gunung dan Banjir Lahar Masih Terjadi

Foto: Magma Indonesia / @Sutopo_BNPB
Dikutip dari akun @Sutopo_BNPB, Kapusdatin Humas BNPB, info terkini aktifitas Gunung Agung terus dalam pantauan.

Sutopo melaporkan, hembusan Gunung Agung makin sering. Telah terjadi 30 kali hembusan pada 10/12/2017 sejak pukul 00.00 - 18.00 Wita. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 1000-2000 m di atas puncak kawah. Dengan status Awas.


Selain hembusan, banjir lahar juga terjadi di sungai yang berhulu di Gunung Agung. Material piroklastik hasil erupsi Gunung Agung dialirkan hujan menjadi lahar hujan. Ini adalah lahar hujan di Sungai Telaga Waja, Desa Apet, Tangkup. Sutopo mengimbau untuk menjauhi sungai saat banjir lahar hujan.


(VT)