Showing posts with label Militer. Show all posts
Showing posts with label Militer. Show all posts

Sunday, December 17, 2017

Pindad Cyber Security: Mulai Alat Penyadapan sampai Teknik Hacking

"Alat penyadapan, hacking bisa kami hadirkan, tapi kalau operator yang mendalami knowledge-nya itu yang susah, karena itu kami mensyaratkan kepada klien yang akan menggunakan jasa pindad harus menyiapkan 'local power'.


PT Pindad, selama ini dikenal sebagai pabrik senjata plat merah. Kini mengembangkan produknya ke pertahanan digital.

Mengutip UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, telah ditetapkan bahwa ancaman dalam sistem pertahanan negara terdiri dari ancaman militer dan ancaman non militer, termasuk dalam ancaman non-militer ini diantaranya ancaman siber.

Saat ini ancaman peperangan menjadi sangat kompleks dan berkembang pesat, Hybrid warfare menjadi ancaman dimana selain Regular Military Forces dan Special Forces melibatkan juga Iregular Forces yaitu perang informasi dan propaganda, perang diplomasi, serangan cyber dan perang untuk penguasaan dominasi ekonomi.

Berdasarkan data Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (IDSIRTII) terdapat 48,8 juta serangan Internet sepanjang tahun 2015 di Indonesia. Tingginya angka kejahatan dan peretas di bidang Internet ini menjadi ancaman di tengah masifnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Serangan cyber mengancam di berbagai sektor antara lain Pelayanan Publik, Ekonomi, Pertahanan, Keamanan, dan Energi. Pertahanan cyber tidak mengenal batas teritorial negara serangan bisa datang dari dalam maupun dari luar.

Sebagai industri pertahanan strategis Pindad tetap konsisten menjalankan core sebagai industri pertahanan dengan Inovasi produk dan layanan Cyber Security dengan tiga mata rantai:

  1. Solusi Peningkatan Kompetensi Sumber daya manusia (PEOPLE)
  2. Solusi Penataan Proses Tata Kelola Kemanan Informasi (PROCESS)
  3. Solusi Teknologi sebagai Solution Integrator dan Pengembangan Produk  (TECHNOLOGY)


"Ini adalah sebuah unit terbaru di Pindad yang didirikan dua tahun yang lalu, untuk mengantisipasi gangguan keamanan nasional," ujar Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad, Widjajanto, pada peluncuran divisi baru Pindad itu pada acara Indonesia International Cyber Security Leader 2017 di Jakarta, Selasa (17/10/2017) dikutip dari netralnews.com.

Dalam pembentuka Pindad Cyber Advance System itu, Pindad sudah mengikat kerja sama dengan dua perusahaan, yakni perusahaan penyelenggara pelatihan cyber Multimatics dan perusahaan sertifikasi teknologi asal Jerman TUV SUD.

"Alat penyadapan, hacking bisa kami hadirkan, tapi kalau operator yang mendalami knowledge-nya itu yang susah, karena itu kami mensyaratkan kepada klien yang akan menggunakan jasa pindad harus menyiapkan 'local power'. Karena kami ingin semuanya dikendalikan 100 persen oleh orang indonesia. Ini yang membuat kami berbeda dengan provider cyber security lainnya yang ada di dunia," katanya.

Produk dari Pindad Cyber Advance System itu terbagi menjadi tiga macam, yaitu peralatan teknologinya yang akan dirilis tahun depan, pelatihan, dan pegayaan untuk perkembangan.

Pindad sendiri sudah memiliki pusat pelatihan seluas 1.500 meter persegi di menara AXA, Kuningan, Jakarta Selatan. Dari tempat itu, Pindad menggelar pelatihan dan sertifikasi. Beberapa lembaga yang tercatat sudah mencicipi fasilitas Pindad itu di antaranya adalah Divisi Cyber Crime Bareskrim Polri, Kementerian Pertahanan, dan menyusul Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) jika telah terbentuk.

"Biasanya dulu untuk pelatihan harus ngirim orang ke Belanda, ke Hawaii, kini cukup ke Kuningan. Alhamdulillah, secara pelan orang sudah tahu Pindad punya lembaga training IT," katanya.

"Indonesia ini dari segi angka belum menggembirakan, dengan jumlah penduduk 250 juta, yang tersertifikasi Certified Information Systems Security Professional (CISSP) baru ratusan, sementara Singpaura yang penduduknya tak seberapa sudah ribuan yang tersertifikasi," kata dia.

Pindad Cyber Security: Technology
Melalui Kemitraan dan dan pengembangan produk PT. PINDAD(PERSERO) menyediakan solusi teknologi cyber
•Implementasi Cyber Security Operation Center  (SOC)
•Threat Intelligent Subription Services
•PINDAD TI-IDS360 Threat Intelligent Interface and Dashboard
•Implementasi Cyber Range
•Implementasi Cyber Smart Lab dan Class Room

PINDAD TI-IDS360 PINDAD THREAT INTELLIGENT INTERFACE AND DASHBOARD V3.60
Skema_TI-IDS360.jpg



FITUR PRODUK

•Dapat diintegrasikan dengan Threat Intelligent Subscription Provider dengan menggunakan API (Application Programming Interface)
•WEB BASE system
•Threat Information Analysis
•Global Summary Report Analysis
•regional (Asia Pasifik) Regional Summary Report Analysis
•incidental Report
•Periodic Report
•Single Dashboard Analysis
•Security access

SPESIFIKASI

INDUSTRIAL STANDARD CP-4000MB 4U XEON

PROCESSOR    : Proc Xeon E3-1225 3,1GHz (+fan Adv)
MEMORY       :  DDR3 16GB ECC (4 x 4GB)
HARDDISK     : 3.5" 1TB SATA
DVD/RW
POWER SUPPLY : RPS 500W FSP for Chasing 4U (Redundant)





Pindad Cyber Learning Center
Berlokasi di AXA Towe Lantai 37 Jl. Prof DR. Satrio Kav 18  bekerja sama dengan Multimatic Pindad menyediakan program-program pelatihan Cyber bersertifikasi langsung dari beberapa principal terkemuka.

Scope Program Pelatihan



Pindad CYBER SECURITY Certification
Sejalan dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.4. Tahun 2016 tentang manajemen kemanan informasi dan peraturan menteri BUMN 02/MBU/2013 tentang tata kelola teknologi informasi. PT.PINDAD bekerjasama dengan konsultan Mutimatic menyelenggarakan banyak sertifikasi 

  1. Sertifikasi Profesional
  2. Sertifikasi berbasis Produk Teknologi
  3. Sertifikasi berbasis Pricipal Certification 
  4. Layanan Assessment untuk persiapan sertifikasi

(VT)

Tuesday, December 12, 2017

Polres Tanjungpinang Punya Tim Cyber Patrol

Kapolres Tanjung Pinang, AKBP Ardiyanto T.B.

Kepolisian Resor Tanjungpinang, Kepulauan Riau  memiliki Tim Cyber Patrol yang mampu menelusuri akun-akun yang diduga melakukan tindak pidana hingga menutup (take down) akun-akun media sosial yang meresahkan masyarakat.

Salah satu akun media yang meresahkan masyarakat sehingga ditutup Tim Cyber Patrol   yakni penyebaran soal paham menyimpang atau radikal dan berbagai perbuatan melanggar hukum lainnya.

"Tim Cyber Patrol  bertugas memonitor aktivitas multimedia yang berisifat negatif yang meresahkan. Contohnya yang belum lama soal gerakan Papua Merdeka," Ujar Kapolres Tanjungpinang.

Selanjutnya, Kapolres Tanjungpinang menambahkan, hal yang dilakukan Tim Cyber Patrol untuk mengantisipasi tindakan meresahkan melalui media elektronik  melakukan patroli secara rutin di dunia maya dan melakukan pemantauan akun-akun. Tim yang terdiri dari 35 orang dan mempunyai tugas yang berbeda. Ada yang memantau, konter opini, menutup bahkan memviralkan. Kita viralkan jika itu berita positif, membangun, dan untuk menjaga kesatuan NKRI.

Keberhasilan Tim Cyber Patrol  beberapa waktu lalu adalah hanya dalam waktu singkat berhasil menutup akun yang berisi paham radikalisme dan soal isu komunis hingga penghinaan terhadap kepala negara.

"Kita tutup akun-akun tersebut karena bersifat negatif dan bisa menimbulkan keresahaan masyarakat, bahkan memicu konflik SARA," pungkas AKBP Hendy.‎

"Alhamdulillah Cyber Patrol baru aktif 3 bulan. Saya sendiri menjabat baru berjalan 6 bulan. Kami berupaya memberikan yang terbaik," lanjut Kapolres Tanjungpinang.

(Multimedianews.polri.go.id)

Thursday, December 7, 2017

Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI Pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo

Rapat Paripurna @DPR_RI hari ini menetapkan persetujuan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sebagai Panglima TNI. Saya ucapkan selamat dan semoga dpt mengemban tugas dgn baik. - FADLI ZON
Foto: @Fadlizon

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto dinyatakan lulus setelah dua hari menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan Panglima TNI oleh DPR. 

"Perasaan saya plong karena beban jalani fit and proper test sudah selesai, tinggal hasilnya," kata Hadi Tjahjanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017) seperti dikutip dari liputan6.

Sidang Paripurna DPR memutuskan menyetujui Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI. Selanjutnya, DPR akan mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo untuk merekomendasikan pelantikannya.

Semua anggota DPR yang menghadiri Sidang Paripurna ke-13 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2017-2018 di Jakarta menyatakan setuju, ketika Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanyakan apakah laporan Komisi I DPR tentang hasil uji kelayakan calon Panglima TNI dapat disetujui.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyari saat membacakan laporan uji kelayakan dan kepatutan menyatakan, Komisi I DPR sebelumnya telah mendapatkan penugasan untuk membahas pemberian persetujuan terhadap pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI berdasarkan Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Bamus DPR pada 4 Desember 2017.(liputan6/VT)

Panglima TNI Gatot Nurmantyo Pamitan

"Sebagai manusia biasa, saya mohon maaf kalau selama memimpin kalian ada salah dan khilaf," tutur Gatot di Markas Kopasus Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12/2017)



Suksesi kepemimpinan di tubuh institusi militer berjalan mulus. Dalam Sidang Paripurna DPR memutuskan menyetujui Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI. Selanjutnya, DPR akan mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo untuk merekomendasikan pelantikannya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat sebagai Panglima TNI ada banyak kesalahan. Hal itu disampaikannya saat berpamitan di depan ratusan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

"Sebagai manusia biasa, saya mohon maaf kalau selama memimpin kalian ada salah dan khilaf," tutur Gatot di Markas Kopasus Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12/2017).

Gatot menyatakan, semua yang dilakukannya selama ini semata-mata karena kecintaannya kepada TNI dan bangsa Indonesia. Dia pun meminta para prajurit dapat meneruskan semangat dan perjuangannya.

"Saya yakin, sampai kapan pun kalian akan tetap menjadi prajurit yang tak hanya hebat, tapi juga menjunjung tinggi saptamarga dan sumpah prajurit," jelas dia.

Dia pun yakin prajurit TNI tidak akan mampu dibeli untuk kepentingan apa pun. Jiwa dan raga mereka pada dasarnya sudah lebur dengan tanggung jawab menjaga keutuhan negara.

"Ingat, kepentingan kalian hanyalah menjaga tegak kokohnya NKRI. Dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan segala-galanya," ujar Gatot Nurmantyo menandaskan.(liputan6/viral-twitter)

Wednesday, December 6, 2017

Pengganti Panglima TNI Dipersiapkan Menghadapi Tahun Politik

Foto: tniad.mil.id
TNI AD – Bogor. Presiden RI Ir. Joko Widodo, telah menentukan calon pengganti Panglima TNI dan telah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tugas ke depan. Tantangan tugas ke depan tidaklah mudah yaitu menghadapi tahun politik dalam rangka Pilkada Serentak, Pemilu Legislatif dan Presiden.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Dihadapan awak media, usai menghadiri rapat Kabinet Persiapan Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2017 pada Pemerintah Pusat di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI menuturkan bahwa, penunjukan Pejabat Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden RI yang sudah diatur oleh Undang-Undang. Dengan diajukannya Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P telah memenuhi kriteria dan dinilai sangat tepat. “Regenerasi kader-kader kepemimpinan TNI sudah melalui tahapan yang matang dan dipersiapkan,” ujarnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa potensi konflik pada tahun politik dalam Pilkada Serentak tahun 2018 dan Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019 sangat tinggi. Sebagai gambaran, pada saat Pilkada Gubernur DKI berlangsung dalam suasana yang begitu keras dengan tensi tinggi disertai dengan pengerahan pasukan yang begitu banyak. Hal ini dapat dijadikan acuan pada penyelenggaraan Pilkada Serentak di 171 daerah, pemilihan Legislatif serta Pilpres yang akan datang. “Dalam hal ini Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P sangat tepat menjadi Panglima TNI pada tahun politik dan sudah sesuai dengan keinginan Presiden RI Jokowi,” ucapnya.

Sumber: TNI AD

Tuesday, December 5, 2017

Berhasil Cegah Penyelundupan Narkoba Prajurit Satgas Yonif PR 432 Kostrad Mendapat Penghargaan

foto: kostrad.mil.id
Sebanyak 12 prajurit TNI dari Pos Skamto Satgas Yonif PR 432 Kostrad mendapat penghargaan penghargaan ketika BNN menyelenggarakan deklarasi anti narkoba untuk kedua kalinya di wilayah Perbatasan RI-PNG yang di selenggarakan di wilayah Kabupaten Keerom.

Penghargaan ini diberikan karena selama bertugas di wilayah Keerom ini telah banyak membantu Polres Keerom dalam mencegah penyelundupan dan peredaran narkoba jenis ganja yang berada di wilayah Kabupaten Keerom ini dan dengan sweeping yang dilakukan secara intensif sangat efektif menekan peredaran Narkoba jenis ganja untuk masuk ke wilayah Keroom dan kota Jayapura.

Dalam sambutannya Bupati Keerom menyampaikan, “Panjang garis perbatasan antar negara diwilayah Keerom ini sepanjang kurang lebih 300 Km yang melintasi lima titik kecamatan, dimana daerah ini menjadi titik rawan penyelundupan ganja dari PNG untuk memasuki Keerom, dengan banyaknya jalan tikus yang harus terus di jaga dan dimonitor oleh aparat dilapangan. Terbukti dari TNI Satgas Pamtas banyak menangkap dan menggagalkan penyelundupan maupun peredarannya,” terangnya

Dalam kesempatan ini pula kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Keerom mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada jajaran Polres Keerom dan Satgas Pamtas Yonif PR 432 Kostrad yang melakukan upaya pencegahan secara persuasif dengan melakukan ceramah – ceramah dan sosialisasi di masyarakat, dikampung – kampung dan sweeping diwilayah Kerom ini,” lanjutnya

Kapolda yang diwakili oleh Direktur Narkoba Polda Papua mengatakan “Narkoba bukan musuh perorangan tetapi narkoba adalah musuh bersama yang mengacam masa depan bangsa, kita harus lawan bersama dan mengatakan tidak terhadap narkoba,” ujarnya.

Dansatgas Yonif PR 432 Kostrad, Letkol Inf Ahmad Daud menyampaikan, “Kami sangat berterimakasih atas penghargaan ini dimana kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk selalu berkerjasama dengan instansi terkait dan tentunya dengan Polri dan BNN untuk bisa melalukan tindakan dan pencegahan penyelundupan dan peredaran Narkoba yang ada di wilayah ini”, terangnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Keerom Celcius Watimena, Kepala BNN Brigjend Pol Bambang, Direktur Kasat Norkoba Polda Papua, Kapolres Keerom, Dandim 1701/Jyp, Dansatgas Yonif PR 432 Kostrad dan Pastaf Satgas, Wadansatgas Yonif 410/Alugoro, Wadansatgas Yonif 512/QY, Kapolres Keerom, Danramil Arso, Kapolsek Arso, Danki A Yonif 756, Danki A Satgas Yonif PR 432 Kostrad dan Danpos Kout Satgas 432 Kostrad. Turut hadir juga sekitar 450 orang terdiri dari personel TNI/Polri, Instansi terkait, pejabat SKPD sekabupaten Keerom, Tokoh Adat dan Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat serta pemuda dan pelajar sekabupaten Keerom. (Penkostrad)