Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Hiburan. Show all posts

Thursday, December 21, 2017

Tio Pakusadewo Ditangkap

Akto senior Tio Paku Sadewo, yang pernah heboh dengan pernyataannya "Gimana Kalau Saya Mengharamkan MUI di Indonesia?" ditangkap polisi.
screenshot tribunews (http://www.tribunnews.com/seleb/2015/08/01/tio-pakusadewo-gimana-kalau-saya-mengharamkan-mui-di-indonesia)

Tio terciduk menyalahgunakan obat terlarang alias narkoba dan ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

"Iya benar (penangkapan Tio Pakusadewo)," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/12).

Namun demikian, Suwondo belum merinci lebih banyak soal waktu dan tempat penangkapan tersebut. Suwondo pun masih belum mau menjawab jika Tio ditangkap karena menggunakan narkoba jenis sabu.

"Nanti jam 14.30 WIB lebih jelasnya," kata dia.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengamini adanya penangkapan Tio Pakusadewo yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

"Betul. Untuk jelasnya nanti akan diadakan press release pengungkapan kasus narkoba dengan tersangka artis Tio Pakusadewo. Di Ditres Narkoba jam 14.30 WIB. Semua dijelaskan di rilis nanti," demikian Argo. [RMOL/Tribunnews/VT]

Tuesday, December 19, 2017

Nanyikan "You Are Still The One" Suara Pengamen ini Bikin Tercengang


Sebuah video viral di twitter, @Mahendradata, advokat senior mengunggah video tersebut. Seorang ibu-ibu berjilbab, dengan sound system gantungnya, mengamen di depan Warteg. Tampak beberapa orang merekam pengamen tersebut. Nampaknya, suara emas pengamen itu tidak mereka sia-siakan, mereka rekam saat itu juga.


Lagu yang  dinyanyikan berjudul 'You Are Still The One' yang dipopulerkan Shania Twain. Dia fasih dengan lirik lagu itu, tampak pengunjung warteg menikmati nyanyiannya.


Dia adalah Rela hati. Siapa sangka, dia adalah mantan vokalis band bernama Pelnis band. Band yang dibentuk oleh Kapal Pelni. Dia mengabdikan diri menghibur penumpang kapal yang hendak berkeliling ke Indonesia bagian Timur. Selama 12 tahun, takkala jadwal makan siang dan malam, ia wajib mendendangkan beberapa buah lagu.


"Menyanyi di kapal sejak 2004. Seperti Kapal Pelni lambelu yang ke Ternate, Kapal Pelni Bukit Siguntang ke Sorong. Sekali perjalanan dibayar Rp 1,5 juta," ucap perempuan yang memfavoritkan Ruth Sahanaya itu kepada Liputan6.com, Minggu 9 April 2017.


Mengamen demi Anak
Di Pelni Band itulah dia mengasah vokalnya dan mempelajari beberapa lirik lagu barat khususnya bergenre slow rock. Seseorang yang masih diingatnya saat berada di kapal adalah Karim Tes, salah satu personil Ireng Maulana All Stars. Karim, kata dia, selalu memberikan wejangan sebelum berada di atas panggung.

"Karim Tes pernah berpesan menyanyi di sini (kapal) tidak boleh sembarangan lagu," terang dia.

Namun, 2016 lalu, rupanya menjadi penutup tahun dia menggemakan suara merdunya di kapal Pelni. Pertengahan bulan tepatnya, ia sudah tidak lagi melakukan aktivitas itu. Kontrak bersama bandnya telah berakhir. Kini, untuk menyambung hidup dan menafkahi kelima anaknya, ia mesti mengitari Ibu Kota.

Setiap pagi, dengan bermodal kotak musik yang dibelinya seharga Rp 600 ribu, ia bawa mampir ke rumah-rumah makan di kawasan Depok dan Jakarta. Alat itu sebagai penunjang dalam bernyanyi.

Rela Hati juga jago bernyanyi bahasa Inggris dengan artikulasi yang tepat. Sebut saja lagu dari diva pop Amerika Serikat Mariah Carey. Belum lagi lagu lawas seperti The Beatles yang menjadi 'makanannya'.

Tak hanya mampu menyanyikan lagu asing, wanita ramah tersebut juga mahir bersenandung lagu-lagu daerah. Seolah dirinya enggan melupakan nyanyian Tanah Air.

"Kalau lagu daerah biasanya diminta nyanyi lagu Batak, kemudian lagu dari Minangkabau seperti Pulanglah Uda. Sesuai permintaan aja sih. Jika ada yang ingin saya nyanyi lagu golden memory, ya nyanyi juga," kata dia.

Di usia yang menginjak kepala empat, Rela Hati harus merangkap peran. Hal ini bukan tanpa sebab, kisah pedih dirasakannya ketika melahirkan anaknya pada 2014 lalu, sang suami pergi tanpa alasan.

"Pulang dari ngamen pulangnya bisa sampe jam satu pagi. Penghasilan ya nggak tentu. Kalau keluar dari jam 11 pagi sampe sore bisa ngantongi Rp 400 ribu. Dibilang capek sih capek, tapi ini demi anak. Harapannya, anak saya bisa sukses," terang dia.

Penyanyi adalah bakat dari Rela Hati. Ia sudah menanamkan cita-citanya menjadi seorang biduan sejak kecil. Diakui Rela, dirinya belajar bernyanyi secara autodidak.(Liputan6/twitter/VT)

Sunday, December 17, 2017

Pennywise, Badut Pembunuh, Pemangsa Anak-anak


Pennywise dalam cerita ini adalah badut penari (dancing clown), badut pembunuh, yang memangsa anak-anak. Film ini diangkat dari novel Stephen King (1986). Film ini pertamakali diangkat ke layar kaca pada tahun 1990 dengan Tim Curry sebagai Pennywise, lalu tahun ini, 2017, kelayar lebar dengan Bill Skarsgård sebagai pemerannya, dan akan direncanakan IT: Chapter Two pada 6 september 2019.

Bill Skarsgård sebagai Pennywise (foto: Daily Express)

Cerita bermula ketika seorang anak (George)  minta dibuatkan maian kapal dari kertas kepada kakaknya. Sang kakak membuatkannya mainaan kertas, lalu memberi pelapis kertas itu penahan air. Goerge keluar saat hujan lebat dan air mengalir deras di aspal. George menikmati mainan perahu kertasnya yang ikut mengalir bersama air.

Hingga, perahu kertas itu masuk ke celah gorong-gorong. George si kecil lugu mengintip kemana larinya perahu kertas itu. Tak disangka, muncullah badut dari dalam gorong-gorong itu. Badut mengajak bicara George, kadang sedikit melucu hingga membuat George tertawa. Disela-sela tawa, kadang badut terdiam, hingga membuat suasana mencekam.

George saat (terakhir hidup) meminta perahunya pada Pennywise

George meminta perahunya kembali, sedangkan perahu itu sudah di tangan Pennywise. Badut pembunuh itu menyuruh George untuk mengambilnya sendiri. George menjulurkan tangannya, dan... badut pembunuh itu menggigit tangan George sampai putus.

George menjerit, merayap di aspal dengan tangannya yang putus. Pennywise mengeluarkan tangannya, memanjang, menjangkau tubuh lemah George, dan George ditarik ke dalam gorong-gorong, tewas dibantai...

Pennywise ini memiliki kemampuan yang luar biasa, ketika dia memangsa anak-anak, mulutnya menganga, ribuan gigi tajam siap mengunyah tulang, dalam mulutnya, ada dua titik cahaya, yang bisa menghipnotis mangsanya. Jika terhipnotis, korban kehilangan kesadaran dan tubuhnya melayang dalam lubang, sarang Pennywise.

Pennywise juga bisa berubah wajah dan berubah bentuk. Dia bisa berubah menyerupai orang yang dibenci korbannya, atau yang disayangi korbannya. Tujuannya cuman satu: mempengaruhi mangsanya.

Pennywise musnah (sementara) di tangan kakak George dan kawan-kawannya. Mereka, adalah anak-anak usia remaja tanggung yang hampir menjadi korban Pennywise. Rasa penasaran atas keanehan yang mereka alami bersama-sama, menuntun mereka ke sarang pembunuh George, yang sebenarnya.

Kakak George (dua daru kiri, dan teman-temannya)

Tak hanya adegan-adegan yang memompa adrenalin dalam film ini, tapi juga banyak adegan kekerasan, darah, dan pembantaian. Disarankan Anda mendampingi anak Anda untuk menonton film ini. 

Bagi Anda penggemar film horor, film berjudul "IT" ini layak Anda tonton. Film ini lebih familiar disebut "Pennywise", daripada "IT" sebagai judul resminya.(VT)